ucapan selamat datang.....

Wilujeng Sumping.... ^_^

Kamis, 17 November 2011


Manajemen Operasi

Manajemen Operasi merupakan usaha-usaha  pengelolaan secara optimal penggunaan sumber daya – sumber daya ( atau sering disebut factor-faktor produksi ) – tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah dan sebagainya – dalam proses transformasi bahan mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai produk atau jasa.

ü   Empat  keputusan penting di dalam manajemen operasi, yaitu :
1.             Proses
2.             Kapasitas
3.             Kualitas
4.             Persediaan

ü   Dasar untuk strategi operasi
1.             Corporate strategi adalah menentukan bisnis-bisnis yang sedang dan akan dijalankan oleh perusahaan.
2.             Bussiness strategi adalah menentukan bagaimana bersaing pada suatu bisnis tertentu.
3.             Operation mission adalah fungsi pokok operasi yang terkait dengan bisnis strategidan fungsional strategi lainnya.
4.             Operation objektif

Ruang Lingkup dan Perkembangan Manajemen Operasi

ü   Ruang lingkup manajemen operasi
·           Perencanaan
·           Pengendalian
·           Sistem Operasi

ü   Design proses fisik untuk produksi barang dan jasa menyangkut serangkaian keputusan tentang :
1.             Seleksi Proses, berkaitan dengan keputusan mengenai tipe/jenis proses produksi dan peralatan tertentu yang digunakan.
2.             Pemilihan Teknologi
3.             Perencanaan Proses



1.         Aliran Garis
Pada aliran ini proses dari bahan mentah sampai menjadi produk akhir dan urutan proses dari bahan mentah sampai menjadi produk akhirnya dan urutan operasi-operasi yang digunakan untuk menghasilkan produk atau jasa selalu tetap. Produk harus di standarisasi dengan baik dan harus mengalir dari satu operasi atau tempat kerja ke operasi berikutnya dengan urutan yang telah ditetapkan sebelumnya.


Kelemahan :
*      Tidak fleksibel
*      Tingkat efisiensinya tinggi untuk menutupi biaya peralatan khusus melalui produksi dalam volume yang besar.
*      Lini produk standar yang relative stabil sepanjang waktu
*      Sulit dan mahal untuk mengubah produk atau volume produk

2.         Aliran Intermitten
Ialah proses produksi dengan membagi jobshop (kelompok kerja) yang sejenis pada interval waktu yang terputus-putus sehingga bersifat fleksibel. Cocok untuk volume barang yang rendah.




 








Ciri-ciri :
·           Produksinya dalam kumpulan-kumpulan atau kelompok-kelompok yang sejenis pada interval – interval waktu yang terputus-putus
·           Peralatan dan tenaga kerja diatur/ diorganisasi dalam pusat-pusat kerja menurut tipe – tipe keterampilan atau peralatan yang serupa.

3.         Proyek
Digunakan untuk memproduksi produk-produk khusus atau unik, seperti kapal, pesawat terbang, peluru, dan sebagainya. Meskipun tidak ada aliran  produk bagi suatu proyek tetapi ada urutan operasi-operasi dimana seluruh operasi atau kegiatan individual harus diurutkan.



 










PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK
( Apa, Berapa, dan Bagaimana Produk Dibuat )

ü   Sumber Ide / Gagasan Pengembangan Produ
1)             Sumber Internal
·      Bagian penelitian dan pengembangan
·      Konsultan pemasaran yang bekerja untuk perusahaan.
·      Tenaga penjual.
·      Peran aktif dari seluruh pihak yang ada dalam perusahaan.
2)             Sumber ekstern
·      Kecenderungan pasar.
·      Produk yang dikeluarkan oleh pesaing.
·      Masukan / komplain dari pelanggan.
·      Hasil Peramalan.

ü   Beberapa alternatif pengembangan produk baru adalah :
1.      Mengembangkan produk yang benar-benar baru
2.      Penambahan produk yang telah ada ( Diversifikasi Produk )
Diversifikasi produk dapat dilakukan dengan beberapa alternatif berikut ini :
a.      Diversifikasi konsentrik, masih ada hubungan teknologi dan kegunaan. Sebagai contoh Perusahaan mobil (Suzuki, Honda, dll) yang juga memproduksi sepeda motor. Mobil dan motor secara umum memiliki teknologi yang relatif sama (otomotif), namun keduanya masih memiliki kegunaan yang sama, yakni sebagai alat transportasi.
b.      Diversivikasi horizontal, masih ada hub. Teknologi meskipun kegunaan berbeda. Sebagai contoh Mitsubishi yang menghasilkan produk mobil, tapi juga memproduksi pendingin udara (AC), dimana keduanya memilki kegunaan yang berbeda.
c.       Diversifikasi konglomerat, tidak ada hubungan apapun dengan produk lama, artinya antara produk yang satu dan produk baru berikutnya tidak memiliki keterkaitan baik secara teknologi maupun secara kegunaan. Perhatikan kelompok usaha “INDO”. Indocement, bergerak di bidang produksi semen. Indomobil, bergerak di bidang industri otomotif. Indomart, dibidang ritel, dan “indo’-‘Indo’ yang lain. Intinya, antara satu ‘Indo’ dengan ‘Indo’ yang lain, produknya memiliki karakteristik yang sangat jauh berbeda.

3.      Modifikasi produk yang sudah ada
a.      Perbaikan produk lama. Perbaikan ini dilakukan untuk menyempurnakan fungsi produk yang telah ada. Sebagai contoh, perusahaan memperbaiki kemampuan menangkap sinyal dari sebuah handphone yang sebelumnya sinyalnya kurang kuat.
b.      Efisiensi produk lama. Efisiensi dilakukan disamping untuk mengefisienkan biaya produksi, sehingga harganya menjadi lebih murah, namun juga agar konsumen tetap mampu membeli meski kondisi ekonomi mungkin sedang kurang baik. Sebagai contoh perusahaan mengeluarkan produk dengan kemasan yang lebih kecil
c.       Penambahan manfaat produk lama. Penambahan manfaat untuk lebih bisa memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen yang semakin bertambah. Sebagai contoh, perusahaan melengkapi produk handphone-nya dengan berbagai fitur tambahan, seperti fasilitas kamera, pemutar musik, dll.
d.      Pelengkap produk lama. Mencipakan produk baru untuk melengkapi produk yang telah ada juga dilakukan untuk lebih bisa memuaskan konsumen, seperti penciptaan asesoris tambahan produk otomotif maupun handphone, misalnya.
4.      Mengembangkan produk lokal yang belum ada
Pengembangan produk lokas yang belum ada juga dapat menjadi sebuah alternatif, khususnya bagi produk-produk (seperti obat-obatan, onderdil mobil, dsb) yang selama inihanya didatangkan dari luar negeri.
5.      Meniru produk yang sudah ada di pasar

ü   Tahap-tahap pengembangan produk baru
1.      Identifikasi produk yang telah ada ( produk lama )
2.      Mencari dan menggali ide-ide tentang produk baru
3.      Menyaring ide-ide yang ada
4.      Menganalisis masing-masing ide yang telah tersaring
5.      Menentukan ide yang paling mungkin dikembangkan
6.      Melaksanakan pengembangan ide produk baru tersebut
7.      Membuat sampel dan menguji produk baru
8.      Menguji produk baru di pasar ( Tes pemasaran )
9.      Memproduksi dan memasarkan produk baru tersebut dalam arti yang sesungguhnya
10.  Melakukan pelayanan purna jual

ü   Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kegagalan perencanaan produk baru tersebut
diantaranya adalah :
1.      Identifikasi masalah produk lama yang kurang tepat
2.      Kurangnya ide-ide yang masuk
3.      Pemilihan ide yang kurang tepat
4.      Kekurangan-kekurangan dalam produk tersebut
5.      Pengenalan produk baru yang kurang efektif
6.      Biaya pengembangan yang lebih tinggi dari yang diperkirakan
7.      Adanya reaksi pesaing
8.      Waktu peluncuran yang tidak tepat
9.      Pelayanan purna jual yang kurang baik


ü   Reliabilitas (Kehandalan) dalam pengembagan produk baru
Produk yang diciptakan haruslah :
1.        Memiliki perkiraan umur atau lama penggunaan yang baik, semakin lama umur produk dan semakin lama produk tersebut dapat digunakan sesuai fungsinya, semakin handal-lah produk tersebut.
2.        Mampu berfungsi untuk penggunaan normal, apalagi penggunaan ekstrim. Sebagai contoh, sepatu yang digunakan oleh seorang eksekutif tentunya lebih awet karena mereka naik mobil, namun jika sepatu yang sama digunakan oleh misalnya pekerja biasa yang harus naik turun ganti kendaraan dan berjalan cukup jauh, namun tetap awet, maka sepatu tersebut berarti handal.
3.        Tidak terlalu tergantung dengan komponen-komponen kritikal. Sebagai contoh, sebuah handphone yang antenenya patah, namun tetap bisa menerima telephone dengan baik, berarti produk tersebut handal.
4.        Ketergantungan pada kerusakan salah satu bagian, kecil
5.        Seberapa komponen yang rusak dapat diperbaiki, semakin cepat semakin baik
6.        Mudah perawatannya


ü   Perencanaan dan perancangan jasa
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan di dalam perancangan jasa adalah :
1.        Lini pelayanan yang akan diberikan,
2.        Ketersediaan pelayanan,
3.        Tingkat pelayanan,
4.        Garis tunggu dan kapasitas pelayanan,


PERAMALAN (FORECASTING)

ü  Peramalan adalah seni ilmu yang memprediksi kejadian yang mungkin dihadapi pada masa yang akan datang.

ü  Cara untuk mengurangi kesalahan dalam peramalan yaitu :
1.      Mengurangi kesalahan melalui peramalan yang terbaik
2.      Membuat fleksibilitas dari operasi produksi

ü  Kepentingan Strategi Peramalan
*   Peramalan adalah satu-satunya cara untuk memprediksi permintaan hingga permintaan sebenarnya diketahui.
*   Dampak peramalan produk pada tiga aktivitas yaitu : SDM, kapasitas dan manajemen rantai pasokan.

ü  Jenis Peramalan
1.         Peramalan ekonomi
2.         Peramalan Teknologi
3.         Peramalan Permintaan

ü  Metode Peramalan
*      Top-down Forecasting         : penggunaan hasil peramalan berbagai kondisi bisnis umum.
*      Bottom Up Forecasting        : dimulai dari perkiraan produk akhir Individual.

ü  Langkah-langkah Peramalan
1.      Menetapkan tujuan peramalan
2.      Memilih unsure apa yang akan diramal
3.      Menentukan horizon waktu peramalan
4.      Memilih tipe model peramalan
5.      Mengumpulkan data yang diperlukan untuk melakukan peramalan.
6.      Membuat peramalan
7.      Menerapkan hasil peramalan

ü  Teknik Peramalan dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu
1.      Teknik Kualitatif
2.      Teknik Kuantitatif
                         a          Model-model Regresi
                         b          Model Ekonometrik
                         c          Model Time Series Analysis (Deret Waktu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar